Beranda Opini Testemoni Mursyid Abang Bulganon

Testemoni Mursyid Abang Bulganon

99
0
BERBAGI

WK. Kembangan Yaskum. 07 September 2019.
Penulis: Umar Usman

Syahdu dan merdunya dawai gulita malam, bertempat di ruang astrajingga inilah latar kisah babad perjalanan spiritual sang Mursyid Abang Bulganon saya mulai kisahkan.

Eksistensi perjalanan spiritual yang telah menapaki durasi waktu 45 tahun berjalan, inilah tugas, amanah, dan kepatuhan yang paling berat yang Abang rasakan fenomenanya. Begitu ujar Sang Pencerah.

Tidak percaya dan tidak yakin. Namun tidak berdaya untuk menolak dan tetap melakoni proses hidup ini. Tidak tahu dan tidak mau tahu mengapa proses hidup ini mesti dilakoni. Tidak berharap dan tidak juga takut gagal. Tidak berani tetapi tidak takut, sederhananya telah memutuskan urat nadi rasa berani dan takut itu sendiri sehingga visi dan misi ini mesti dilakoni atau dijalani dengan patuh. Itu saja.

Namun realitasnya visi dan misi ini mesti diparipurnakan dengan usaha, ikhtiar, dan doa kepada Tuhan agar akal, kalbu, dan jiwa dapat legowo mengabulkan kehendak Tuhan atas diri ini.

Bahwa ada tanjung harapan itu fitrah sebagai manusia. Namun bila rasa was-was, cemas, dan takut akan resiko dan kegagalan berkecamuk dalam pikiran maka secepat itu pula perasaan ini dinetralisir dengan mengalihkan pikiran untuk mengingat dan memikirkan hal bermanfaat lainnya.

Setelah tugas, tanggung jawab, pikiran, perkataan, perbuatan, dan kewajiban finansial atau materi ditunaikan, maka tugas dan tanggung jawab ini telah usai dilaksanakan dengan penuh kepatuhan. Itu saja.

Entitas akal, pikir, dan otak dalam totalitas kesadaran bahwa visi dan misi ini ada resiko moral, materil, dan hukum buat diri sendiri, keluarga, dan para pihak yang terkait juga mempertaruhkan integritas, harkat, dan martabat dikalangan umat. Sekaligus ada fenomena dikalangan umat yang berinteraksi dan menyaksikan proses peristiwa ini dengan segala ekspresi, sikap, dan empati sebagai bentuk wujud kasih dan sayang kepada sang mursyid Abang Bulganon.

Ada pertanyaan terhadap diri sendiri dan ada pula pertanyaan dari para pihak juga umat. Apakah tugas ini adalah perintah dari Tuhan? Abang Bulganon menjawab “belum dapat menyimpulkan bahwa visi dan misi ini sebagai perintah Tuhan.”

Bahwa ada sosok dan pribadi yang Tuhan hadirkan dalam visi dan misi ini, kian menjadikan kisah ini menjadi heroik, fenomenal dan ajaib.

Sosok dan pribadi yang ditakdirkan terkait dan terlibat dalam visi dan misi ini, membawa kisah mesterius dan jalan cerita spiritualnya masing-masing yang kelak akan menjadi bunga rampai dan mahkamah sejarah peradaban anak manusia untuk dikisahkan dalam babad perjalanan Abang Bulganon, RASI, dan Yaskum Indonesia.

Sungguh pengaturan Tuhan dengan segala kisahnya ini menjadi mozaik dan berdaun-daun kehebatan, kekaguman, dan katakjuban bahwa “Tuhan itu Maha Hebat.”

Menutup testemoni visi dan misi ini, Mursyid kita Abang Bulganon Amir berkalam “Tidak mengetahui, tidak mencari tahu, melepaskan segala harapan, dan melepaskan rasa was-was, rasa cemas, dan rasa takut dengan memparipurnakan kepatuhan kepada Tuhan adalah jalan spiritual sebagai Insan Ruuhi yang mesti dilalui.”

Ahmad Safei
Kembangan, 7 September 2019


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here