Beranda Politik Survey Calon Kada: Partai Politik Makin Tidak Dipercayai Masyarakat, Jalur Independen di...

Survey Calon Kada: Partai Politik Makin Tidak Dipercayai Masyarakat, Jalur Independen di Harapkan Masyarakat

101
0
BERBAGI

Lampung Timur| Sejumlah elemen pimpinan Ormas & LSM di Lampung Timur menilai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik di masa saat ini semakin buruk. Akibatnya, masyarakat akan ogah memilih partai politik tanpa figur terpercaya serta antikorupsi untuk membawa perubahan bagi daerah atau negara. “Sebanyak 51,3 persen, Ormas masyarakat dan LSM ini menilai politik buruk,” ujar para aktipis Ormas LMP, LSM Gipak, LPAI, SPRI, AJOI dan PWLT, di Sukadana , 14 Oktober 2019 di sekretariat LSM Gipak..

Survei ini dilakukan menyambut Pilkada Lampung Timur yang akan datang,. Metode yang digunakan oleh Ormas & LSM ini adalah acak untuk menghitung 1.500 responden di 24 kecamatan kabupaten Lampung Timur dengan angka margin of error sekitar 3 persen. Selain masalah politik, hasil Survei ini menyatakan masyarakat tidak puas atas kinerja Partai Politik, survey masyarakat ini meminta perbaikan di sisi ekonomi, terutama lapangan pekerjaan, serta pimpinan kepala daerah supaya memilih di jalur Independen.
Ketua LPAI Rini Mulyati melanjutkan, masifnya ketidakpercayaan itu juga berdampak terhadap tingkat kedekatan masyarakat kepada partai. Sebanyak 62,9 persen masyarakat merasa tidak dekat dengan partai. “Efeknya, masyarakat juga tidak percaya kepada lembaga DPRD,” ujarnya.
Arip Setiawan aktipis LSM Gipak, menjelaskan, masyarakat semakin tidak percaya kepada partai karena banyak kader partai yang terjerat kasus hukum, termasuk korupsi terutama Pimpinan Parpol dipusat yang berimbas ke Parpol di Daerah, tegas Arip

Masih ditempat yang sama Amir Faisol ketua LMP macab Lampung Timur mengatakan lembaganya juga pernah mengeluarkan hasil serupa pada Oktober tahun lalu, saat 3 tahun pemerintahan saat itu Salah satu hasilnya, ucap dia, tingkat kedekatan partai juga menurun. “Dari di atas 10 persen menjadi tinggal 9 persen,” ucapnya.

Akibatnya, kata sopiyan sembiring, masyarakat ogah memilih partai ataupun legislator atau kepala daerah jika kondisi ketidakpercayaan tetap berlangsung hingga Pilkada 2020 yang akan datang. Apalagi, kata dia, ada gejala terbalik dari masyarakat akibat pemilihan kepala daerah yang menampilkan figur serta ketokohan. Sembiring memprediksi gejala ini akan menjalar ke pemilu yang akan datang karena partai berimplikasi langsung kepada setiap calon.

Ketua PWLT Lampung Timur RA Guntur Amri membenarkan bahwa tingkat kepercayaan terhadap partai semakin buruk. Alasannya, ucap dia, partai tidak bisa menampilkan transparansi keuangan kepada masyarakat. Partai, menurut dia, juga masih lebih fokus mencari kekuasaan dan kurang mempedulikan kepentingan masyarakat, seperti meningkatkan kesejahteraan dan pendidikan serta menjamin kesehatan. “Kami akui ini,” tuturnya.

Begitu juga Menurut Ketua SPRI Herliza Antomi, banyak faktor yang menyebabkan masyarakat tidak percaya kepada DPR, yang merupakan cerminan partai. Selain karena ada kader yang terseret kasus hukum, seperti korupsi, ucap dia, produk undang-undang yang merupakan pekerjaan DPR pun semakin berkurang., Ujar Herliza .

Hal senada Ketua AJOI Lampung Timur Apriansyah, menyatakan sebaiknya Calon Kepala daerah yang akan datang masyarakat mengharapkan mencalonkan diri dari jalur independen, karena sesuai dengan harapan masyarakat partisipasi suara nya bisa langsung dirasakan masyarakat itu sendiri dan suara nya sesuai dengan harapan & keinginan Hati nurani, dan Parpol pun tidak akan mengganggu kebijakan kepala daerahnya karena pemimpin kapala serah ini tidak melalui jalur partai politik. Sekali lagi masyarakat Lampung Timur mengharapkan Calon Kepala daerah Lampung Timur bisa dari jalur independen. Tegas Apriansyah.

HZ


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here