Beranda Pendidikan Sosialisasi Pendidikan Inklusif di Madrasah Sukabumi Dengan HKI

Sosialisasi Pendidikan Inklusif di Madrasah Sukabumi Dengan HKI

149
0
BERBAGI

Sukabumi – Wartakum.net,-  Kementrian Agama(Kemenag) Kabupaten Sukabumi, bekerja sama dengan Hellen Keller International untuk Indonesia,dan Baznas, mengadakan,Sosialisasi Program Pengembangan Model Pendidikan Inklusif di Madrasah Kabupaten Sukabumi.

 

Kegiatan ini di laksanakan di Aula KPDA Kemenag Kabupaten Sukabumi Jalan Pelabuan II Lembursitu Sukabumi, selama satu hari dengan data yang diundang sebanyak 78 Sekolah,akan tetapi yang  hadir ada 62, diwakili oleh perwakilan Kepala RA,MI,MTS,MAN,MA, di tambah tamu undangan terdiri dari unsur Dinas Pendidikan,JFU Kurukulum Kemenag Kota,dan LPT Grahita Indonesia,Hellen Keller International (HKI) untuk Indonesia ( Unicef), dan Undangan lainnya.

 
Kegiatan ini di buka oleh Kasi Mapenda Kemenag Kabupaten sukabumi,H Oja Haerul Syam,turut hadir pada kesempatan ini Kasi Kurikulum Disdik Kabupaten Sukabumi,Utomo, JFU Kurikulum Kemenag Kota Sukabumi,Ketua LPT Grahita, Eliyanti.menurut panitia penyelenggara, Soleh, Senin (11/2/19).
 
Dilanjutkan dalam kegiatan ini,yang melatar belakangi tentang Pendidikan Inklusif,Sebuah sistem pendidikan dimana semua murid tanpa terkecuali mendapatkan berbagai pelayanan pendukung dan pendidikan berdasarkan kebutuhan mereka.
 
Untuk terpenuhinya kebutuhan siswa dan terciptanya pelayanan yang baik dan mengakomodir semua kebutuhan peserta didik pada umumnya dan peserta didik berkebutuhan khusus, maka diperlukan sebuah sistem pengelolaan pendidikan yang terencana dan tanpa diskriminatif,
 Apa yang akan di sampaikan dalam acara ini ” Menyatukan pemahaman tentang konsef pendidikan inklusif di madrasah.
 
Menurut pasilitator dari Hellen Keller International (HKI) untuk Indonesia, Emilia Kristyanti mengatakan, dalam sistem pendidikan inklusif diperlukan sebuah strategi dan pengelolaan pendidikan  yang dapat menghilangkan rasa hambatan dan kesulitan seluruh peserta didik tanpa terkecuali” Ucap,Emilia.
 
Untuk terpenuhinya kebutuhan siswa dan terciptanya pelayanan yang baik dan mengakomodir semua kebutuhan peserta didik pada umumnya dan peserta didik berkebutuhan khusus, maka diperlukan sebuah sistem pengelolaan pendidikan yang terencana dan tanpa diskriminatif.
 
Melalui Kerjasama Pokja Kementerian Agama(Kemenag) Kabupaten Suakbumi dengan Hellen Keller International (HKI) Untuk Indonesia,Emilia Kristyanti.
 
Kasi JFU Kurikulum Kemenag Kabupaten Sukabumi,Erwan.Hermawan,S.Pd.I  mengharapkan para Stake holder madrasah dapat memahami konsep pendidikan inklusif dan manjemen inklusif sehingga mampu menerjemaahkan inplementasi nyata didalam pendidikan inklusif di madrasah masing-masing nantinya” Papar Erwan.
 
Seperti yang utarakan Kasi Kurikulum Disdik Kabupaten Sukabumi, Utomo, mengatakan Hasil yang diharapkan setelah kegiatan ini, demi terciptanya pendidikan inklusif dalam menyatukan pemahaman tentang konsep pendidikan inklusif di madrasah dan kita akan terus berorientasi ke seluruh sekolah yang ada di bawah kemenag maupun sekolah negeri.
 
Meningkatkan pemahaman tentang disabilitas dan hak-hak mereka di dunia pendidikan, kami membawa pesan dari bapak bupati diharapkan seluruh Kepala RA/Madrasah memahami konsep pendidikan inklusif seutuhnya tentang hak pendidikan” Tegas Utomo.
 
Bila kita sudah merasakan apa yang di rasakan oleh anak yang berkebutuhan khusus Insaallah kita akan masuk kedalam hati mereka dan juga akan merasa cinta kepada mereka.
 
Kemudian perlu kita pahami bahwa Bapak dan Ibu bukan hanya sebagai seorang guru tapi sebagai seorang pendidik untuk lebih dikedepankan pengakuannya selaku bapak juga sebagai ayah pedagogs dari anak itu, anak-anak itu memang bukan anak biologis bapak dan Ibu tapi anak-anak itu juga merupakan anak-anak pedagogs bapak dan Ibu yang harus mendapat perlakuan yang sama di mata bapak dan Ibu semua” Pungkas,Utomo Senin(11/2/19).
 
 
 
 
Mukti Gunawan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here