Beranda Lifestyle ‘SI KORSI’ UNTUK TARGET 100 0 100

‘SI KORSI’ UNTUK TARGET 100 0 100

228
0
BERBAGI
Oleh :
Kuswan (Faskab STBM Kabupaten Tasikmalaya) dan Apep Khoeruman (Fasilitator Pamsimas)

Tasikmalaya- Persoalan kesehatan lingkungan masih didudukan pada tingkat prioritas yang relatif rendah oleh sebagian kalangan masyarakat. Hal tersebut tergambar dalam beberapa data dan fakta yang mengundang rasa galau yang terus bergelantungan terutama di relung para penggiat pembangunan.

Terdapat beberapa sumber data yang menelanjangi Negara Indonesia dengan menyebutkan negara kita hanya menempati posisi terendah ketiga di tingkat ASEAN dalam bidang sanitasi.

Fakta di lapangan juga tidak dapat mengkelabui para peneliti dengan banyak ditemukannya potret perilaku buruk masyarakat kita yang buang air besar sembarangan seperti dolbon (buang airbesar di kebun), dolong (buang air besar di kolam) dsb.

Istilah-istilah tersebut lahir dari kebiasaan buruk berupa buang air besar sembarang tempat di tempat terbuka atau pada jamban yang tidak memenuhi aspek kesehatan.

Kepala Dinas DPRKP sebagai Ketua DMPU membuka Acara Pelatihan

NARASUMBER DARI DINAS DPRKP

NARASUMBER DARI TENAGA AHLI P3MD

NARASUMBER DARI DINAS KESEHATAN

Belakangan geliat pemerintah dan masyarakat untuk memperbaiki kualitas kesehatan lingkungan terus berpacu dengan waktu. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah langsung menargetkan 100 % akses sanitasi, 0 % wilayah kumuh dan 100% akses air bersih atau yang dikenal dengan sebutan 100 0 100 pada 2019.

Terdapat trilogy, teori dasar yang akan mempercepat target tersebut yaitu terbentuknya rasa butuh (need) oleh masyarakat, adanya pihak yang membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat (supply) dan komitmen serta dukungan semua pihak (enabling). Salah satu kunci dari enabling tersebut adalah upaya duduk bersama baik melalui forum-forum pertemuan maupun peningkatan kapasitas. Melalui hal tersebut akan terlahir sebuah ‘produk’ bersama yaitu Sinergisitas, Kolaborasi dan Sinkronisitas (Si Korsi).

Salah satu bentuk upaya melahirkan ‘Si Korsi’ yang kuat telah dilaksanakan “Pelatihan Penguatan Pemerintah Desa dan Kecamatan “ Program PAMSIMAS III Tahun 2019 di Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama tiga (3) hari yaitu pada tanggal 17-19 Juli 2019 bertempat di Hotel Mandalawangi. Peserta yang berasal dari 115 desa dari 36 Kecamatan se-Kabupaten Tasikmalaya ini dengan lahap menikmati setiap materi yang disuguhkan.

Sinergitas, kolaborasi dan sinkronisitas Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya pun semakin erat terjalin dengan kehadiran dinas terkait diantaranya DPRKP, DINKES, DPMDAKB dan TA Teknis Pendamping Desa.

Pelaksanaan pelatiha dibuka oleh Kepala Dinas DPRKP Drs H. Nana Heryana, MM. dalam arahannya beliau menyampaikan bahwa dengan PJM ProAksi dan RKM 100% desa diharapkan bisa berintegrasi dengan Perencanaan dan Penganggaran Desa supaya 100 0 100 Akses Universal dapat terwujud diseluruh desa di kabupaten Tasikmalaya.

Hari kedua, pelatihan diisi dengan aneka diskusi mengenai tema Penguatan Kader AMPL dan Penguatan Kelembagaan KPSPAMS, Perencanaan dan Penganggaran Desa (Moderator : Agustian Rusdiana, SPt dan Narasumber dari TA PD : Soeharyono ST). Poin pokok yang disampaikan mengenai Proses Penyusunan RPJMDesa dan RKPDesa diharapkan bisa mengakomodir Usulan Kegiatan Air Minum, Kesehatan dan Sanitasi, jangan hanya mendanai infrastruktur semata.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan sebuah testimoni dari masyarakat Desa Indrajaya Kecamatan Sukaratu Kadipaten Tasikmalaya mengenai Kemitraan KPSPAMS dengan BMT AL-IDRISIAH dalam Pengembangan Jaringan Sambungan Rumah 1000 SR. Menu pelatihan laiinya pada hari ke-2 juga disampaikan materi mengenai Kebijakan Umum dan Perkembangan PAMSIMAS III (Moderator : Apep Khoeruman; Narasumber : Dadan Rudiana ( PPK ) DPRKP.

Poin pokok yang disampaikan yaitu mengenai data Akses sanitasi dan air bersih di Kabupaten Tasikmalaya yang tersebar di 39 Kecamatan 351 desa dengan kondisi yang masih kurang lebih baru 70% .

Harapan ke depan ketika desa sudah mempunyai Perencanaan PJM ProAksi yang sudah terintegrasi ke dalam RPJMDes bisa diusulkan untuk didania APBDesa, DAK Kabupaten, HID, HKP.

Sebagai hidangan penutup sesi pelatihan hari kedua disuguhkan juga materi mengenai Peningkatan Prilaku dan Layanan Hidup Bersih dan Sehat melalui STBM (Modorator : Apep Khoeruman; Narasumber : Tiara Sisinta, SKM dari DINKES). Rasa dahaga peserta terhadap berbagai materi yang disuguhkan sebetulnya belum terpenuhi, hanya saja pelatihan sudah memasuki hari ketiga yang artinya sudah memasuki sesi penutupan.

Penguatan komitmen bersama dan rencana kerja tindaklanjut dalam rangka membangun sinergisitas, kolaborasi dan sinkronisasi yang lebih kuat tersaji di hari penutupan pelatihan ini. Semoga dengan tekad yang kuat target 100 0 100 betul-betul segera terealisasi. Aamiin…

MJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here