Beranda Daerah Proyek Pelabuhan Penyebrangan Tanjung Nyato Desa Petaling Diduga Melakukan Penyedotan Pasir Laut...

Proyek Pelabuhan Penyebrangan Tanjung Nyato Desa Petaling Diduga Melakukan Penyedotan Pasir Laut Tanpa Izin

941
0
BERBAGI

Belitung| Proyek Pembangunan Pelabuhan Penyebrangan Tanjung Nyato Tahap II yang mengunakan Sumber Dana APBN sebesar Rp.26.967.000.000,- yang ada di Desa Petaling Kecamatan Selat Nasik Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diduga pernah melakukan penyedotan pasir laut disekitar Area Proyek.

Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Nyato yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT. Lambung Karang Sakti yang menghabiskan dana APBN sebesar Puluhan Milyaran rupiah tersebut tidak seharusnya melakukan penyedotan pasir disekitar Proyek yang dilakukan dengan cara tambang sistem semprot, apa lagi diduga penyedotan pasir tersebut tidak memiliki izin dan diduga

melanggar Pasal 98 dan Pasal 109 UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh PT. Lambung Karang Sakti untuk pekerjaan penimbunan Dermaga itu, mengambil pasir laut untuk timbunan. Penyedotan pasir laut ini berlangsung hingga belasan hari dengan sistem tambang semprot. Tentu saja tindakan pekerjaan ini mulai mendapatkan sorotan dari banyak pihak.

Salah Satu seorang Pekerja Proyek Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Nyato saat di Konfirmasi oleh Awak Media New Wartakum dilokasi Areal Proyek membenarkan tentang pengambilan Pasir di sekitar Areal Proyek.

“Memang kita pernah melakukan pengambilan pasir dengan cara penghisapan pasir, sekitar hitungan belasan hari saja untuk melakukan pendalaman terhadap tiang pancang, namun untuk saat ini sudah tidak lagi.” Ujarnya. Selasa (08/10/2019)

Wiratno Selaku PPK Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung ketika dikonfirmasi Via WhatsApp oleh Wartawan, terkait pelaksanaan pekerjaan apakah ada Survey terlebih dahulu tentang kedalaman Alur dan juga terkait penyedotan pasir laut di sekitar talud dan apakah memiliki perijinan tersendiri.

“Survey sudah dilakukan sebelum pekerjaan dimulai sehingga diperlukan pendalaman Alur di depan Costway untuk kegiatan melakukan pemancangan.

“Setelah Pemancangan selesai tidak dilakukan lagi kegiatan penyedotan pasir, dan terkait Izin tidak ada tetapi sudah dilaksanakan Sosialisasi bersama Stakeholder setempat (Dishub, Dinas Kelautan, Lingkungan Hidup, Camat, Lurah dan Warga Petaling) di Desa Petaling.

“Terkait perizinan dan aturan sudah seharusnya dipatuhi dan kepada penyedia juga sudah saya perintahkan untuk mematuhinya.” Ucap Wiratno.

Lanjut Wiratno dalam pesan WhatsApp menulis, Begini pak ya, Tidak mengurangi rasa hormat.

“Kami membangun Daerah khususnya Belitung dengan Dana APBN tentunya punya maksud dan tujuan serta dasar pelaksanaan terkait hal teknis dan non teknis pekerjaannya.

“Saya berterima kasih dengan adanya Teman-teman LSM dan Wartawan yang ikut serta mengawasi pekerjaan kami di Daerah, jika ada yang tidak sesuai degan peraturan perundangan silahkan kami dikoreksi dan sampaikan secara tertulis ke kami.” Demikian, Terima kasih… Balasan Pesan WhastApp dari Wiratno Selaku PPK Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung Tajudin juga dikonfirmasi melalui Pesan WhatsApp menyampaikan.

“Menurut saya itu merupakan Program Pemerintah yang sangat Strategis dan sangat bermanfaat bagi Masyarakat, maka semua pihak harus memberikan dukungan semaksimal mungkin, agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan dapat segera dioperasionalkan dan dimanfaatkan Masyarakat.

“Proses yang sedang berlangsung sekarang ini juga diharapkan dapat berjalan dengan lancar karena sudah memenuhi Kaidah-kaidah Standar yang sudah ditetapkan.” Tulis Tajudin.

AS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here