Beranda Pendidikan Penyegaran Konsep Inklusif di Madrasah

Penyegaran Konsep Inklusif di Madrasah

72
0
BERBAGI

Sukabumi- Komitmen yang dibangun oleh Kemenag Kabupaten Sukabumi, Disdik dan HKI untuk Indonesia khususnya, MTsN 3 Sukabumi bukanlah isapan jempol belaka. Setelah beberapa waktu dilakukan sosialisasi Pendidikan Inklusi (PI) tahun ini ketiga instansi tersebut serius melakukan penyegaran kembali konsep PI dan penerapannya sebagai bentuk monev tahun lalu. Dan untuk  lebih memantapkan langkah madrasah dalam mengawal PI, telah dihelat acara beberapa waktu lalu di Graha KPDA.  Pendidikan yang ditujukan bagi semua anak bangsa tanpa terkecuali ini semata untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang ingin kita capai.

“Bertempat di MTsN 3 Sukabumi Cikembar pada Hari Kamis (14/02) dilaksanakan pelatihan penyegaran kembali konsep dan implementasi pendidikan inklusi di sekolah dan madrasah.

Acara yang menghadirkan dua narasumber yaitu Urip Mulya Pengawas Pendidikan Madrasah Kemenag dan Nurnaningsih guru SDN Model Kabupaten Sukabumi berlangsung dari pukul 08.00 hingga pukul 15.00 WIB. Materi yang disampaikan berupa konsep PI, kategori PDBK, tata cara melaksanakan tahapan IAP dan proses pembuatan akomodasi atau intervensi dalam pembelajaran bagi PDBK.

Acara tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk menyegarkan kembali para peserta tentang kosep PI, IAP (Identifikasi Asesmen dan Penempatan/pemberian keputusan) dan akomodasi yang tepat untuk PDBK (Peserta Didik Berkebutuhan Khusus). Acara diikuti oleh 9 peserta yang berasal dari MTsN 3 Sukabumi dan 9 peserta dari MIN 5 Sukabumi. Acara berjalan lancar dengan rasa antusias dari para peserta, terlihat yang hadir sangat tertarik dengan proses implementasi PI dengan tahapan proses menemu kenali PDBK.

Wawan Setyawan ‘Kepala MTsN 3 Sukabumi menyambut baik acara yang dilaksanakan tersebut. Pada kontributor berita Inmas Kemenag Kab. Sukabumi Wawan menyampaikan harapannya. “Semoga dengan acara hari ini dapat  memberikan pemahaman tentang konsep PI dan pemahaman tentang alur menemukenali PDBK,” ujarnya.

Lebih lanjut Wawan berharap”Keterlibatan pengawas dalam proses sosialisasi PI di madrasah dapat menjembatani terlaksananya penerapan PI di madrasah. Serta dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tentang cara cara memberikan akomodasi atau layanan yg tepat bagi PDBK dengan lebih mencari kembali pengetahuan ten tang ciri-ciri PDBK sesuai dengan hambatan dan kesulitannya sehingga mampu memberikan pemahaman yg lebih bermakna lagi tentang cara penanganan PDBK.”Senin(18/2/19).Sumber  Utik Kaspani.

Mukti Gunawan


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here