Beranda Lifestyle Pemeliharaan Rutin dan Fungsional Jalan UPTD Wilayah lV  Lampung

Pemeliharaan Rutin dan Fungsional Jalan UPTD Wilayah lV  Lampung

141
0
BERBAGI

Lampung Utara,(WK)- Kegiatan Pemeliharaan Rutin dan Fungsional Jalan UPTD Wilayah lV Lampung Utara Milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung, menjadi syarat ladang korupsi atau untuk memperkaya diri sendiri bagi pejabat di Dinas tersebut pasalnya menghabiskan anggaran milyaran tetapi pekerjaan tidak sesuai dengan Permen No 13/PRT/M/2011

Menurut data yang di himpun oleh Tim Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Pengerjaan kegiatan Pemeliharaan Rutin dan Fungsional Jalan Wilayah IV Lampung Utara tersebut di kerjakan Swakelola, KLDI Pemerintah Provinsi Lampung, di Satuan kerja Dinas PUPR Tahun Anggaran 2019, yang berlokasi di Kabupaten Lampung Utara, dengan pagu anggaran berkisar 3,5 M, bervolume 64 Km

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 13 /PRT/M/2011
TENTANG TATA CARA PEMELIHARAAN DAN PENILIKAN JALAN

“Pasal 18 Pemeliharaan jalan meliputi kegiatan pemeliharaan rutin, pemeliharaan
berkala, rehabilitasi jalan, dan rekonstruksi jalan, pemeliharaan rutin jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dilakukan sepanjang tahun, meliputi kegiatan: pemeliharaan/pembersihan bahu jalan,pemeliharaan sistem drainase (dengan tujuan untuk memelihara fungsi dan untuk memperkecil kerusakan pada struktur atau permukaan jalan dan harus dibersihkan terus menerus dari lumpur, tumpukan kotoran, dan sampah),pemeliharaan/ pembersihan rumaja,pemeliharaan pemotongan tumbuhan/tanaman liar (rumput- rumputan, semak belukar, dan pepohonan) di dalam rumaja.

Namun di sayangkan oknum Pejabat Dinas PUPR Provinsi Lampung, tersebut sepertinya tidak mengindahkan dari Permen Tata cara Pemeliharaan tersebut, yang di duga demi memuluskan jalanya untuk mengkorupsi dana Kegiatan tersebut yang pagu anggaran hingga Miliaran Rupiah.

Hasil Penelusuran Tim di Lapangan ( 4/5/2019), Kegiatan tersebut tidak sesuai dengan Permen dan Tatacara yang ada, pasalnya pemeliharaan/ pembersihan bahu jalan hanya menggunakan Satu Alat berat yang berjenis Grader,dua orang operator dengan bersama satu orang pengawas dari Dinas PUPR,
kegiatan tersebut,tidak ada pembersihan rumaja,pemeliharaan pemotongan tumbuhan/tanaman liar (rumput- rumputan, semak belukar, dan pepohonan) di dalam rumaja,
Tidak ada pembersihan bahu jalan,pemeliharaan sistem drainase (dengan tujuan untuk memelihara fungsi dan untuk memperkecil kerusakan pada struktur atau permukaan jalan dan harus dibersihkan terus menerus dari lumpur, tumpukan kotoran, dan sampah), tidak ada melibatkan banyak orang dalam bekerja,tidak ada Plang peringatan dalam berkerja( sebagai peringatan kepada pengendara agar berhati-hati dalam melintasi di sekitar kegiatan pekerjaan tersebut).

Hingga berita di turunkan,Kepala Dinas PUPR Provinsi belum dapat di konfirmasi.

( Tim / L E)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here