Beranda Lifestyle Mengintip Bisnis Puyuh agar Menjadi Icon Sukabumi No 1

Mengintip Bisnis Puyuh agar Menjadi Icon Sukabumi No 1

59
0
BERBAGI
Sukabumi – Wartakum.net,- Lembaga Perlindungan Konsumen Darma Nusantara, melakukan kunjungan dan Silaturahmi ke peternakan burung puyuh  Selamet Quail Farm (SQF), untuk masyarakat umum atau pelaku peternakan puyuh di seluruh Indonesia.
 
Dengan adanya kunjungan kerja dan Silaturahmi semoga di Lembaga  Perlindungan Konsumen Darma Nusantara bisa mencetak pengusaha-pengusaha baru di bidang agribisnis peternakan khususnya puyuh untuk memajukan dunia wirausaha di Indonesia.
 
Khususnya kita selaku putra daerah Sukabumi tertarik akan potensi usaha puyuh di Slamet Quail Farm Jl. Pelabuhan ll KM. 20 Desa Cikembar, Kec. Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat.
 
Dalam penjelasannya, R Pramujiono, mengemukakan pihaknya menyediakan tempat untuk pelatihan dan pemagangan bagi UMKM yang berminat untuk menjadi peternak burung puyuh.
 
Banyak dari peserta pelatihan yang telah sukses menjadi peternak puyuh. Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa bahkan ada yang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi,Bali,NTB, bahkan dari Sorong,ini juga sedang ada dari Pondok Pesantren Cisaat Sukabumi sedang pelatihan” ujarnya.
 
Bapak Slamet Wuryadi langsung yang melakukan penelitian tentang unggas puyuh untuk pendidikan S1, S2 dan S3 nya telah melakukan penelitian mengenai burung puyuh. “Jadi teknik budidaya burung puyuh yang kami lakukan ini sudah berdasar hasil penelitian ilmiah termasuk memastikan bahwa produksi telur dan daging puyuh kami sehat.”ucap Pramujiono kepada Wartakum.
 
Untuk membuktikan bahwa telur dan daging puyuh itu sehat, pihak Slamet Quail Farm (SQF) telah melakukan pengujian laboratorium di IPB dan UGM yang hasilnya membuktikan bahwa puyuh itu sehat dikonsumsi.

Hasil pengujian di Laboratoriun Pengujian LPPT – UGM menyebutkan kadar kolesterol telur puyuh dari SQF hanya 225,75 sedangkan hasil Lab IPB menyebutkan kandungan kolesterol telur puyuh sebesar 291,6.

Data tersebut sangat berbeda dengan data dari General Hospital Singapura yang menyebutkan telur puyuh memiliki kandungan kolesterol 3.640.  

Data yang disebutkan dari General Hospital Singapura itu beredar luas dan selama ini banyak mempengaruhi sikap masyarakat sehingga menghindari mengkonsumsi telur puyuh.

Bagi kami ini merupakan bagian dari perang dagang. Negeri kita, diberkahi dengan hewan burung puyuh yang bisa menjadi sumber protein hewani yang sehat bagi rakyat. 

Bagi kami supaya kebanggaan di Sukabumi meningkat,atau ikon Sukabumi memiliki ciri khas tersendiri dengan memadukan bisnis ternak dan kulinernya, jika anda menjalankan usaha kuliner puyuh maka perlu melakukan pemasaran agar usaha yang dijalankan ramai dan digemari masyarakat sebagai ikon sukabumi.

Selain mengangkat nama Sukabumi juga bisa mengenal puyuh tidak hanya beternak,akan tetapi bisa melalui kulinernya dengan harga Rp. 15.000 per porsi. 

Pengunjung pasti ketagihan apalagi dalam penyajian yang berbeda dengan yang lainnya,keunikan disini adalah geprek puyuh dimasukain gentong yang berisikan sambal khas tersendiri.

Pengunjung bisa berkunjung langsung untuk memilih keragaman kuliner puyuh geprek,selain telor puyuh asin,bakso telor puyuh, mie instan telor puyuh, olahan puyuh dengan berbagai cara memasak,pastikan rasa dan aroma puyuh lezat sehingga menggoda lidah para konsumen.

Tapi Alhamdulillah sudah semakin banyak masyarakat yang faham mengenai sehatnya telur dan Kuliner daging puyuh geprek ini,” Papar.Pramujiono.Selasa(12/2/19).

 

 

 

HENDRA/IMAN


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here