Beranda Redaksi MENGHADAPI TAHUN 2019 DENGAN OPTIMIS

MENGHADAPI TAHUN 2019 DENGAN OPTIMIS

39
0
BERBAGI

Wartakum.net   Jakarta 2019.-  Oleh; Abdul Hamid Susilo Harjo.  Ass….wr.wb. setiap manusia hidup didunia pasti mengalamami masa pasang surut antara sulit dan mudah , sedih gembira ,tangis dan tawa, dlsb. Perjalanan kemapanan bathin yg damai dan bahagia shg tidak terkontaminasi oleh kedua kejadian tersebut harus bisa menemukan keyakinan diri bahwa hahekatnya dunia ini kosong yg ada hanya Allah / Tuhan.

Karena semua yg nampak ada di dunia ini hanya partikel atau bayangan Tuhan / Allah semata , termasuk diri kita.

Untuk memperjalankan rasa menuju kekosongan itu adalah kesadaran , untuk apa Allah menciptakan diri kita ? Karena semua hanyalah bayangan Tuhan / Allah maka sdh sesuakah bayangan ini dg Aslinya ? Bukan dlm wujud tetapi dalam kehendak , tindak dan laku atau perbuatan.

Untuk kearah situlah dg kesadaran diri kita lalu kita kendalikan diri kita dg diawali sebuah niat dan tekad menyerah , mengabdi , melayani dan berbuat kejalan Tuhan / Allah dengan niatan setiap tindakan melepaskan pengakuan diri dan mengembalikan kepada yg berhak dan yg mempunyai  yaitu Allah / Tuhan, sampai kita sudah tidak merasa berbuat , memiliki dan bahkan diri ini ada.

Barulah kita dikatakan menyerah atau kosong atau suwung. Berarti jalan pembebasan siksa hidup adalah kejalan Tuhan / Allah. Untuk itu hiduplah dijalan Allah / Tuhan maka Allah /Tuhan pasti akan membuka jalan hidupmu…hidup damai bersama Allah / Tuhan tanpa hrs tersiksa rasa dan terombang ambing oleh situasi dan keadaan isi dunia.

Inilah orang yg sudah sampai pada kesadaran diri bahwa dirinya sesungguhnya tidak ada yang ada hanya Tuhan / Allah dan tentu akan tahu diri kenapa dirinya harus mengikuti kehendak Allah / Tuhan , dan berbuat , berkarya , melayani serta mengabdi pada yang asli yaitu Allah / Tuhan itu sendiri.

Itulah orang yg tahu diri. Dia hanyalah sebuah bayangan yg mesti dan harus mengikuti yg aslinya atau sejatinya , yaitu Tuhan / Allah bukan semau maunya diri kita atau bayangan itu sendiri. Jd apapun pengakuan dan merasa berarti kita msh ada dan blm menyerah pd yg asli , atau dg kata lain blm kosong dan suwung yg akhirnya kita hidup didunia ini masih selalu berada dlm menyiksa diri atau dlolim terhadap diri sendiri. Amin…semoga kita semua dimampukan berjalan dijalanNya …dan perjalanan kita sampai pada tujuan Innalilahi wa’innalilahi Roji’un. Semua berasal dari Tuhan /Allah akan kembali pada Allah.. Wassalam,wr,wb

Ahmad Safei. S. H.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here