Beranda Lifestyle Menengok Panen Buah Naga di Baros Sukabumi

Menengok Panen Buah Naga di Baros Sukabumi

116
0
BERBAGI

Sukabumi – Wartakum.net I Keberadaan kebun buah naga di Desa Neglasari Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, menjadi daya tarik bagi pengunjung atau wisatawan. Warga bisa memetik langsung buah naga dari pohon dan memakannya.

 
Lokasi perkebunan buah naga ini tepatnya berada di Kampung Cigadog, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Untuk menjangkau kawasan itu tidak terlalu jauh karena berbatasan langsung dengan Kota Sukabumi yakni Kecamatan Baros.
 
Pemilik kebun buah naga tersebut salah satunya adalah Muhammad Nur (47 tahun). Kebun buah naga ini sudah ada sejak 2009″ ujar Muhammaf Nur, kepada wartakum di sela-sela panen buah naga, Rabu (6/2/19).
 
Nur mengatakan, ketertarikannya menanam buah naga karena secara ekonomi memiliki potensi yang cukup baik. Saat ini ia menanam buah naga di lahan hampir satu hektare dengan jumlah pohon sebanyak 1.500 buah. 

Setiap harinya  buah di pohon tersebut ada yang bisa dipanen atau dipetik. Di mana rata-rata per minggunya bisa dipanen sebanyak tiga ton dan Buah naga ini dipasok  untuk wilayah Sukabumi saja” ungkap Nur.

 
Sebelumnya buah naga ini dipasarkan hingga ke Bandung. Namun karena kewalahan memenuhi permintaan maka saat ini hanya memasok kebutuhan di Sukabumi.
 
Tambah Nur” saat ini perkebunan buah naga setiap harinya didatangi pengunjung baik dari dalam kota maupun luar Kota Sukabumi, Mereka biasanya ingin berwisata sambil memetik buah naga langsung dari pohonnya.
 
“Di mana pengunjung bisa secara bebas memetik buah naga sesuai dengan keinginannya masing-masing.
 
 Buah naga itu akan ditimbang untuk ditentukan harga jualnya, Untuk satu kilogramnya harga buah naga mencapai Rp 15 ribu.” Pumgkasnya. 

Harga ini dinilai masih cukup bagus dan menguntungkan petani buah naga. Ia membantah harga buah naga yang turun seperti yang ramai diberitakan di media sosial.

Menurut Nur, kedatangan wisatawan ini menjadikan kebunnya sebagai kawasan agrowisata. Pengunjung bisa berwisata alam sambil memetik buah naga.

 
Lanjutnya” pengunjung juga bisa belajar cara menanam pohon naga di rumah atau pekarangan tempat tinggal pengunjung. salah satu Contoh  banyak pelajar yang masih pendidikan anak usia dini (PAUD) mengunjungi lokasi tersebut. 

Kedatangan mereka didampingi guru dan sebagian orangtua murid, dalam kesempatan itu anak-anak mendapatkan wawasan mengenai buah naga langsung dari petaninya.

 
Ke depan lanjut Nur ia berharap kebun buah naganya ini bisa terus berkembang dan dikenal masyarakat. Jika terus berkembang maka akan meningkatkan perekonomian warga sekitar. 

Lebih lanjut Nur mengungkapkan, proses penanaman pohon buah naga cukup sederhana. Dari masa tanam hingga panen hanya membutuhkan waktu selama enam bulan.

Selanjutnya pohon itu akan terus bisa dipanen setiap harinya. Kondisi ini akan menguntungkan petani.

Salah seorang pengunjung dari Tipar, Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi Dila Novianti (23 tahun) mengatakan, ia mendengar adanya kebun buah naga dari temannya yang pernah berkunjung kesana. ”Sehingga saya penasaran ingin berkunjung dan melihat langsung,” ujarnya.

 
Menurut Dila, perkebunan buah naga ini cukup menarik karena bisa langsung memetik buahnya dan bahkan bisa dimakan. Selain itu harganya relatif murah bila dibandingkan dengan di pasaran dan lebih segar. 

Dila membeli dua kilogram buah naga di kebun tersebut. ”Buah ini untuk oleh-oleh dan untuk dibagikan keluarga,” cetus, Dila.

Pengunjung lainnya M Fadel (21) warga Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi mengatakan, kebun buah naga ini jadi tempat yang nyaman untuk berwisata dan belajar menanam buah naga. ”Jadi bisa wisata sambil belajar serta makan buah yang segar dan sehat,” imbuh dia.Rabu(6/2/19)

 
 
 
MUKTI GUNAWAN

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here