Beranda Daerah Kekayaan Budaya Belitung Timur: Pelestarian Adat Tradisional dan Ritual

Kekayaan Budaya Belitung Timur: Pelestarian Adat Tradisional dan Ritual

62
0
BERBAGI

Beltim| Selain kaya akan keindahan pesona alamnya, Pulau Belitung juga memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang sangat menarik, berbagai adat istiadat, tarian tradisional. Tidak mengherankan, dengan segala daya pikat ini membuat para turis, baik lokal maupun internasional tidak pernah bosan kepulauan ini.

Suku Bangsa Sebagian besar penduduk belitung adalah suku Melayu, yang merupakan penduduk asli pulau ini. Komunitas orang melayu yang tinggal di kampung-kampung yang jauh dari kota disebut Orang Darat. Di laut dan pesisir Pulau Belitung juga merupakan penduduk asli yang disebut Urang Laut dan Urang Juru. Orang Laut Belitung disebut Suku Sekak atau Suku Sawang, yang hidup nomaden di sepanjang kapal bangka belitung. Mereka diperkirakan berasal dari Riau / Lingga, sedangkan Urang Juru yang lebih kecil, disetujui dari kepulauan Sulu / Mindanao. Urang Juru lebih membaur dengan orang Melayu Istilah Urang Juru sudah kurang dikenal saat ini. China yang masuk ke Belitung pada masa kolonial Belanda.

Yang digunakan di Pulau Belitung adalah Bahasa Melayu Belitong, dengan dialek / aksen yang berbeda antara Urang Darat dan Melayu Pesisir. Bahasa melayu yang lebih tua (diterjemahkan) adalah bahasa yang digunakan dalam pemutaran Dul Mulok. Teater tradisional ini sekarang hanya terdapat di Desa Kembiri, Kecamatan Membalong.

Dinas pariwisata belitung Timur sudah menyampaikan pokok-pokok masalah adat belitung, yang sesuai UU pelestarian adat Budaya dan pendidikan.Ditahun 2015 s/d 2019 pelestarian adat muang jong ritual suku sawang yang saat ini mulai punah kata Evi Nardi (Kadin Pariwisata Belitung Timur).Disamping itu pernah juga acara yang pernah dilaksanakan di desa Simpang Tige kec Renggiang mengajak wisatawan lokal dan manca negara di bulan April 2019 ,mengundang tokoh-tokoh masyarakat,agama dan tokoh pemuda,untuk makan bedulang yang berjumlah 1001 dulang khas seperti 1001 warung kopi tegas Evi.Tersedia juga 1001 cangkir minum teh pucuk daun “Pelawan”asli belitung,tentunya cangkir yang terbuat dari bambu hasil kerajinan tangan masyarakat “Tebat Rasau”.

Teh daun pucuk pelawan ternyata mempunyai khasiat menyembuhkan sakit Asam urat, Darah tinggi,juga Diabetes, teh yang sudah dikemas berbentuk saset sudah diproduksi didesa “Lintang”kata Evi Nardi, dan dihargai, 10.000,-/sasetnya sambung Zul yang menjabat Bidang Budaya.

Evi Nardi (Kadin pariwisata beltim) juga menegaskan agar anak-anak muda mudi sekarang mengenal budaya asli nya sendiri ,yang berhubungan dengan pendidikan.Program kedepan dinas Pariwisata merencanakan rumah Adat Budaya belitung,lengkap hutan mini asli belitung dengan aik arongan,serta menyediakan makanan khas beltung,macam-macam kerajinan tangan sebagai supenir,yang sekarang kendala lahan yang harus dipakai cukup luas sekitar 10 hektar kurang lebih kata “Evi Nardi”

TRADISIONAL KESENIAN

Seni Tradisional Belitung mencakup antara musik senior, seni tari, sastra tutur, dan teater rakyat, antara lain:

BEGAMBUS

Sungguh menarik dalam berbagai acara kesenian rakyat dan selamatan di Belitung. Kesenian ini sangat bernuansa Islami, dimana syair-syair berisi petuah dinyanyikan melalui alunan gambus.

BEGUBANG

Bahasa Melayu Melayu Bahasa Melayu yang umumnya membahas tentang upacara atau syukuran dengan 2 atau 3 orang lelaki melantunkan pantun nasehat yang saling berhubungan satu.

BEREBUT LAWANG

Jika masyarakat Betawi memiliki tradisi palang pintu, masyarakat Belitung pun memiliki satu tradisi beradu pantun yang biasa disebut berebut lawang. Sama seperti palang pintu, dalam.

BERIPAT BEREGONG

Beripat Beregong merupakan Sejenis pemainan adu ketangkasan dengan menggunakan rotan sebagai alat pemukul. Masing-masing pemain mengandalkan kemampuan menangkis dan mengganti punggung lawan. Yang menjadi pemenangnya

BETIONG

Merupakan musik tradisional yang menampilkan saling berbalas pantun dari para pemainnya, dengan alat musik terdiri dari 4 buah gendang, tawak-tawak dan piul (biola). Ciri khas.

DUL MULOK

Dul Mulok merupakan sebuah drama tradisional yang melibatkan melayu. Drama tradisional ini akan membawakan cerita rakyat lokal dengan iringan alat musik gendang dan biola. Cerita syair.

IDENTIFIKASI RUMAH ADAT BELITUNG

Mengacu pada latar belakang tersebut di atas, rumah disetujui memakai media atau simbol atau identitas yang berkembang di masyarakat. Demi perkembangan

LESONG PANJANG

Lesong panjang biasanya diambil pada saat musim panen padi tiba. Alat khusus adalah lesung yang dibuat dari kayu pilihan yang bersuara keras dan jernih.

MARAS TAHUN

Maras Taun berasal dari kata “maras” yang berarti “meniris (keselamatan duri halus) dan” taun “diterjemahkan dari kata” tahun “. Maras Taun diadakan setiap diadakan sekali

MUANG JONG

Muang Jong berarti melepaskan perahu kecil ke laut. Perahu kecil ini berbentuk sedang yang berisikan sesajian. “Ancak” yaitu rumah-rumahan juga berbentuk yang dilambangkan…

NIROK NANGGOK

Nirok Nanggok adalah wujud kearifan lokal masyarakat Belitung ekosistem sungai. Ritual ini merupakan acara pertemuan ikan masal di Lemong Titi Jemang, Desa Kembiri, Kecamatan

STAMBUL FAJAR

Adalah sejenis musik keroncong berirama stambul dengan variasi budaya islam yang kental. Dimainkan pada malam hari sampai diterbitkan. Alat …

TARI CAMPAK

Tari Campak di Belitung ini ada 2 macam yaitu Campak Darat dan Campak Laut. Tarian ini adalah tarian khas masyarakat belitung dari suku sawang yang…

TARI MENDULANG TIMAH

Satu persatu anak berlari ke tanah lapang dengan seluruh badan dilumuri lumpur. Mereka membawa dulang dan melakukan gerakan seperti sedang melakukan aktivitas mendulang timah. Suasana …

TARI SEKAPUR SIRIH

Tari sekapur sirih adalah salah satu tarian selamat datang yang diterima dari Belitung. Dalam menari ini, penari membawa wadah yang berisi sirih sebagai tanda…

TARI SEPEN

Tari Sepen adalah bahasa tradisional masyarakat kepulauan Belitung yang ada di sana merupakan gerakan pencak silat. Tarian ini merupakan tari tradisional dari daerah Bangka Belitung…

TRADISI MAKAN BEDULANG

Makan Bedulang adalah prosesi makan bersama yang dilakukan sesuai Adat Belitong dengan tata cara dan etika tertentu. satu demi satu orang yang duduk kata Evi nardi.

Suhartono/Wawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here