Beranda Politik Dua Anggota DPRD Kota Mojokerto Mengadakan Reses Bersamaan

Dua Anggota DPRD Kota Mojokerto Mengadakan Reses Bersamaan

41
0
BERBAGI

Mojokerto| Tiap Anggota DPRD Kota Mojokerto punya agenda reses ( serap aspirasi ) masyarakat dengan mengumpulkan konstituen berdasarkan DAPILnya masing-masing dalam Pemilu 2019. Seperti yang lakukan dua anggota Dewan ini : Sunarto dan Suliyat SH Anggota Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan yang di gelar di Tempat Pengelolahan Sampah Terpadu ( TPST ) Jl. Ronggolawe Kec. Magersari Kota Mojokerto, Minggu (15/12/2019).

Reses kali ini beda dengan yang lainnya karena dua anggota mengadakan reses bersamaan tempat dan waktu yang sama. Mengawali acara, Sekretaris DPC PDI P Kota Mojokerto Yustinus Ariyanto ( Xanana ) menggatakan bahwa reses ini kesempatan baik warga Kota Mojokerto untuk menyampaikan beberapa hal termasuk soal Ekonomi, Budaya dan SDM manusianya. Semuanya bisa ditanyakan dan di sampaikan dalam acara reses kali ini. Perlu diketahui Kota Mojokerto mempunyai anggaran untuk pembangunan yakni sejumlah 1,2 Triliun,” ujarnya.

Siti Kusnul Khotimah salah satu undangan warga dari Balongsari menyampaikan 3 hal masalah yang ada di lingkungannya, pertama masalah ODF, kedua masalah BPJS dan ketiga masalah para janda yang terlantar kurang di perhatian dari pemeritahan Kota Mojokerto.

Di uraikannya bahwa di lingkungan Balongsari belum ODF masih ada beberapa keluarga BABS ( Buang air besar sembarangan ) mohon di tuntaskan biar di Kelurahan Balongsari menjadi ODF, apalagi di sungai Sumolepen terlihat jelas banyak kotoran manusia setelah ditelusuri bersama ternyata bersumber dari ambrolnya sepiteng dan overloud dari Lapas kelas 2 Kota Mojokerto.

Masalah yang kedua tentang kenaikan BPJS jangan sampai dengan kenaikan ini peserta BPJS Kota Mojokerto yang di anggarkan dari Pemkot dikurangi.

Masalah ketiga tentang para janda agar di perhatikan dan di modali untuk usaha ” urainya.

Pertanyaan dari Estiningsih warga Kelurahan Magersari minta agar Posyandu Lansia dapat bantuan keuangan untuk operasional dan kesejahteraan lansian. Dia juga menjelaskan Lansia terbagi 3 tahap : Pra Lansia umur 55-60, Lansia umur 60-70 dan Lansia lanjut umur 70 keatas, ” di Kelurahan Magersari ada Posyandu Balita dan Posyandu Lansia.

Kalau Posyandu Balita ada bantuan 100 rb dari Dinkes untuk makanan tambahan. Kalau Posyandu Lansia tidak ada bantuan, kami mohon pada pak Sunarto membantu Posyandu Lansia agar bisa bertahan dan para lansia merasa senang.

Menjawab dari bu Khusnul, Sunarto yang juga sebagia Ketua DPRD Kota Mojokerto, akan ditindaklanjuti dan segera diperhatikan dalam waktu dekat, kami akan panggil Dinsos untuk hearing keperluan menanyakan jenis – jenis bantuan dan berapa jumlah penerima, siapa saja yang berhak menerimanya,” jelas Sunarto.

Menjawab dari bu Estiningsih, Itok panggilan akrab dari Sunarto, kami akan mencari solusi memberi bantuan pada Posyandu Lansia dengan menyisihkan BOP Pimpian Dewan, ” saya punya BOP sebesar Rp. 8,4 jt, akan saya beri bantuan dari dana BOP saya, sambil diupayakan agar bisa dibantu Pemkot( Dinsos ), kalau nanti sudah mendapat bantuan dari Dinsos, bantuan BOP dari saya akan saya hentikan, pungkas Itok.

Reses kali ini hadiri oleh ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto Ir. H. Santoso Bekti Wibowo bersama sekretarisnya Yustinus Ariyanto ( Xanana ), Anggota DPRD Kota Mojokerto Komisi 2 M. Rizky Fauzi Pancasilawan SH, Agus Wijaya pengurus DPC PDI P Bidang Hukum dan Politik, juga PAC dan Ranting PDI P se-Kecamatan Magersari dan para undangan kurang-lebih 200 orang.

( END )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here