Beranda Lifestyle Diduga Ada Rekayasa Izin Untuk Pengiriman Pasir Zirkon Keluar Pulau Belitung

Diduga Ada Rekayasa Izin Untuk Pengiriman Pasir Zirkon Keluar Pulau Belitung

245
0
BERBAGI
Diduga WIUP Pasir Zirkon yang sudah melakukan pengiriman kurang lebih 2000 Ton namun tidak ada aktifitas penambangan pasir zirkon.

Belitung,(WK)- Pengiriman Pasir Zirkon kurang Lebih 2000 Ton ke Daerah Muari Kalimantan Tengah yang disebut hasil dari Wilayah Izin Usaha Pertambangan

(WIUP) Pasir Zirkon CV. Mualim, yang berada Didesa Sijuk Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung penuh dengan pertanyaan.

Terkait adanya dugaan kejanggalan Dokumen Perijinan ini berawal dari keanehan dokumen untuk perijinan yang mana tidak sesuai dengan pakta dilapagan yang ada, bagaimana tidak, Dokumen yang mengatas namakan CV. Mualim sebagai pemilik IUP Pasir Zirkon untuk melakukan pengiriman pasir zirkon antar pulau tersebut jelas tidak sesuai.

Bukti sudah melakukan Pembayaran Pajak yang ditunjukan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) Saudara Hanan Kepada Wartakum.

.


Sedangkan diduga dari Fakta Lapangan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) Pasir Zirkon CV. Mualim tidak ada melakukan Aktifitas Penambangan Pasir Zirkon, dan bagaimana bisa melakukan pengiriman Pasir Zirkon keluar sampai ke Daerah Muari Kalimantan Tengah.

Ketua LSM LINTAR Ali Hasmara seusai melakukan Investigasi diduga

lokasi Izin Usaha Pertambang (IUP) Pasir Zirkon yang ada di Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung mengatakan kepada Wartakum.

“Bahwa terkait Perijinan pengiriman Pasir Zirkon ini diduga penuh dengan rekayasa atau akal-akalan saja. Ucap Ali Hasmara

Tambah Ali, pengiriman Pasir Zirkon yang dikirim keluar Daerah tersebut tidak sesuai dengan Dokumen pengiriman Pasir Zirkon yang mengatas namakan dari Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) Pasir Zirkon CV. Mualim namun diduga tidak sesuai dengan pakta dilapangan yang ada.

“Sedangkan WIUP Pasir Zirkon milik CV. Mualim dalam pantauan LSM LINTAR dan Wartawan belum ada aktifitas penambangan pasir zirkon sama sekali.

“Dan bagaimana pula caranya CV. Mualim dapat melakukan pengiriman pasir zirkon sebanyak kurang lebih 2000 Ton dan membayar pajak yang dimana CV. Mualim tersebut belum melakukan Penambangan dan darimana Pasir Zirkon itu didapat.” Tegas Ali

Ali juga menambahkan bahwa dirinya akan terus mengejar sampai sejauhmana atas adanya dugaan rekayasa perijinan pengiriman pasir zirkon yang dibawa keluar daerah tersebut.” Ucap Ali

Hanan selaku Pengurus Perusahaan Bongkar Muat (PBM) ketika dikonfirmasi Via pesan WA terkait pengiriman pasir zirkon yang diduga tidak sesui dengan IUP.CV.Mualim yang pernah profil WIUP ditunjukan Hanan kepada Wartakum dikantornya membalas.

“Kita cuma sebatas Keagenan Kapal PBM yang dasar untuk pengiriman seperti pasir bangunan bayar pajak dan Sipat awal akhir dan hasil draf dari suplayer,, untuk lebih lanjut hubungi saja pak Edy pak yang jelas,,dia yang kuasa di izin itu ini saya kirim nomor WAnya, balas Wa Hanan kepada Wartakum

Edy saat dikonfirmasi via WhatsApp terkait perijinan pengiriman pasir zirkon oleh wartakum sampai berita ini diturunkan belum juga mendapatkan jawaban.

Dan begitu pula dengan Suhardi selaku Diriktur CV.Mualim juga tidak pernah dapat ditemui wartakum untuk mendapatkan konfirmasi terkait IUP Pasir Zirkon yang telah melakukan pengiriman kurang lebih 2000 ton.

Untuk itu sangat diharapkan sekali kepada instansi-instansi terkait agar dapat menindaklanjuti terkait izin pengiriman pasir zirkon keluar daerah yang tidak tau darimana asal-muasal pasir zirkon tersebut didapat.

( AS )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here