Beranda Peristiwa Adakah Perhatian Dari Pemerintah Untuk’ Rian

Adakah Perhatian Dari Pemerintah Untuk’ Rian

55
0
BERBAGI

Wartakum.net   Sukabumi.-  Rian Maulan (3), bocah laki-laki asal Kampung Pangkalan Kelurahan Jayamekar Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Jawa Barat terlahir tanpa memiliki alat kelamin dan anus.

Selama ini, untuk buang air besar dan buang air kecil, menjadi kebingungan dan harus di operasi awal ketika baru lahir, namun Dedi(40),ayah dari Rian yang sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh lepas.
 
Euis(35) ibu kandung dari Rian, Sangat sedih melihat kondisi anaknya yang terlahir seperti ini, tapi mau bagaimana lagi ini sudah takdir dari Allah saya selaku ibu harus merawat dan memberikan kesehatan terhadap anak saya walau gimanapun juga ini adalah amanah dari Allah Swt” Ucap, Euis.

Hal tersebut juga diceritakan Euis (35), ibu kandung Rian Maulana kepada wartakum,Sabtu(26/1/19). Saya bisa membawa Rian ke Bandung berkat bantuan tetangga,para Donasi dari Mahasiswa kota sukabumi, dan salah seorang dermawan dari Caleg Partai PKS, H.Iwa Sudarmawan,S.Tp.

Beliau yang mengurus semua pendaftaran BPJS dan mengarahkan untuk segera di Operasi di RHS Bandung, Dari situ saya dan suami sekeluarga merasa bahagia ada yang iba terhadap Rian dan keluarga kami, tapi setelah menjalani pemeriksaan tahap pertama di RHS Bandung begitu melihat dan mendengar biaya – biaya kami sekeluarga kebingungan, setelah kami tanya dia enggan bicara keburu terpotong dengan tangisan sedih seorang ibu.

Saat ini Rian sudah berada di Rumah Singgah RHS Sadikin Bandung menunggu jadwal Operasi yang pertama, menurut ibu dua orang anak ini, saat lahir Rian sudah menderita tidak memiliki alat kelamin dan anus, ditambah kaki kirinya bengkok, dan semoga tim dokter disini bisa membantu penanganan Rian agar bisa memiliki anus dan kelamin seperti umumnya.

Sebelum operasi pembuatan saluran pembuangan di perut, BAB dan kencing keluar dari lubang perut yang sama dengan tempat usus Rian yang terburai.

Operasi pembuatan saluran pembuangan itu di RHS Bandung ini dengan biaya yang benar cukup lumayan besar ? Sehingga Dedi dan Euis masih kebingunan” Ucap Dedi. Sabtu(26/1/19).

Rian’ Menunggu uluran tangan dari Pemerintah kabupaten provinsi sampai tingkat Pusat maupun swasta, agar kiranya sudi membantu biaya pengobatannya.

Setidaknya pemerintah daerah bisa memperhatikan masyarakanya yang benar benar membutuhkan bantuan.

 

 

Mukti Gunawan


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here