Beranda Opini Nikmatilah Hari Ini Dengan Bahagia

Nikmatilah Hari Ini Dengan Bahagia

171
0
BERBAGI

Oleh: Abang Bulganon Amir

Wk. Jakarta 17 Januari 2019,-Jika kita bangun di pagi hari, janganlah menunggu siang tiba, di dalam siang janganlah menunggu datangnya malam, karena tanpa kita tunggu, waktu  tetap akan berjalan sebagaimana kodratnya. Hari inilah yang akan kita jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan hari esok yang belum tentu datang.

Hari inilah saat mentari menyinari kita, dan siangnya menyapa, serta rembulan memayungi.

Hari ini adalah waktu milik kita, maka nikmatilah sesuai dengan yang telah Tuhan berikan sebagaimana aturan maupun tatanannya.

Usia kita, mungkin tinggal hari ini? Maka, anggaplah masa hidup kita hanya hari ini, atau seakan-akan kita di lahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga.

Dengan begitu, jangan biarkan akal, pikiran, dan jiwa kita tercabik-cabik di antara kumpulan keresahan, kesedihan, dan duka masa lalu.  Bayangan masa depan yang penuh ke-tidak-pasti-an dan acapkali menakutkan.

Pada hari ini pula, sebaiknya kita mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian, dan kerja keras.
Dan pada hari inilah,
kita harus bertekad mempersembahkan kualitas hidup dan ibadah yang paling khusyu dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.

Pada hari di mana kita hidup, saat inilah sebaiknya kita membagi waktu dengan bijak.

Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu.

Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari ini. Mohon ampunanlah atas segala dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk menuju kesebuah perjalanan alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan!

Terimalah rezeki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan kita hari ini dengan penuh keridhaan dan penuh syukur dan sujud keharibaan-Nya.

“Maka berpegang teguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur.
QS. Al-A’raf:144.

Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian.

Jangan lupa, hendaklah kita goreskan pada akal pikiran dan dinding hati, satu kalimat,
“Harimu adalah hari ini”.

Bila hari ini kita  masih dapat menghirup udara dan bernafas dengan baik? Apakah mengingat dan membayangkan sesak nafas kemarin atau berharap besok dapat menghirup udara lebih segar dan bernafas lebih lega (karena hari esok belum tentu ada)?

Jika kita dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa kita harus bersedih atas air asin yang kita minum kemarin? Atau mengkhawatirkan air hambar dan panas? Atau merindukan air susu dan air madu esok hari yang belum tentu terjadi?

Jika kita percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekad yang kuat, maka akan dapat menundukkan diri
berpegang pada prinsip:
“Aku hanya akan hidup hari ini?”
Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri kita setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan pada hari ini.

Dan itu, akan membuat kita berkata dalam hati :
“Hanya hari ini aku berkesempatan untuk mengatakan dan   berbuat yang baik-baik saja”.

Tidak akan pernah mencela, menghardik, dan juga tidak membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor, tempat sembahyang (Mushala) agar tidak semerawut dan berantakan. Dan karena hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku serta kebersihan pikiran serta menjernihkan hatiku.

Karena aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Tuhan, mengerjakan segala pekerjaan yang bermanfaat, sesempurna mungkin, membekali diri dengan segala ibadah, berpegang teguh pada tuntunan Agama, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat serta menyerahkan diri sepenuhnya kepada Kehendak Tuhan.

Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan memancarkan pikiran yang bersih dan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan, berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat takabur, ujub, riya, dan buruk sangka.

Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada siapapun, menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu orang dizalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang- orang alim, menyayangi anak kecil, dan berbakti kepada orang tua.

Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan, “Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingat hari kemarin. Karena kemarin telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak akan pernah kembali lagi.”

“Wahai hari esok dan masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka, aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tak ada sesuatu.

Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan.”

Ungkapan yang paling indah dalam kamus kebahagiaan adalah :
“Hari ini adalah keberuntungan dan milik kita”,
inilah kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.

Artikel ini dalam Diskusi Kembangan, 2005

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here